CoffeeBreak Tampil Unik di Mutia Birthday Party

Kostum Unik, Kurang Lengkap Tanpa Dandanan Dan Performance Unik



Coffeebreak yang bekerjasama dengan Topeng Event Organizer memenuhi janjinya malam ini tampil all out di acara Mutia Birthday Party di Gumaya Hotel Semarang. "Kami ingin menjadi sama seperti yang diinginkan klien untuk menyempurnakan acaranya" ungkap Agung Probo Guritno, saxophonist Coffeebreak yang akrab dipanggil Wux. Tema acara ini adalah "Mutia In Wonderland" yang mengadaptasi dari kisah dongeng populer dunia "Alice In Wonderland".

Para player Coffeebreak tampil dengan mengenakan kostum salah satu tokoh di cerita "Alice In Wonderland" hem kuning, di padu dengan celana merah pendek, kaus kaki putih panjang, sepatu pantovel hitam, lengkap dengan aksesoris leher berwarna biru dan aksesoris kepala berwarna merah. Sementara Uta Kirana yang kali ini kembali memperkuat formasi Coffeebreak menggunakan busana bernuansa hitam merah ketat. 

Dirasa kurang lengkap, kegilaan itu dipertegas dengan "dirusaknya" wajah para personel Coffeebreak dengan goresan lipstick merah. Beberapa pola digambarkan di wajah mereka. 

Wajah baru personel Coffeebreak Entertainment di Mutia In Wonderland

Tak hanya itu, penampilan Coffeebreak di panggung malam itu sangat unik. Aransemen dadakan kembali bermunculan di tengah lagu. Modal kebersamaan yang terbentuk selama 8 tahun membuat mereka sehati dalam memodifikasi sebuah lagu. Hampir di setiap kesempatan mereka tampil, ada sentuhan perbedaan di setiap lagu meskipun lagu itu sudah "dirusak" sebelumnya. Sebagai contoh lagu Thinking Out Loud milik Ed Sheeran, sudah diubah dari bentuk aslinya tapi mendadak sentuhan reggae muncul, disertai beberapa unisono yang unik. "Hal itu bisa kami lakukan tanpa memberi kode satu sama lain, feel yang muncul sama, ini buah dari kebersamaan kami dan itu yang membuat kami unik" Ardy Mlendek, drummer Coffeebreak mengungkapkan rahasia dibalik uniknya aransemen Coffeebreak.

Sepertinya sudah menjadi kebiasaan pula bagi personel Coffeebreak untuk "cul stang" ketika ada lagu yang dirasa cukup dimainkan oleh satu atau dua personel saja, dan secara otomatis mereka membentuk formasi dan melakukan koreografi yang lucu. Malam ini hal ini pun terjadi ketika mereka membawakan lagu Dekat Di Hati-nya RAN. Indri dan Uta yang membawakan lagu ini ditinggal begitu saja oleh para personel lain membentuk formasi koreografi di panggung.

Aksi Indri dan Uta Kirana

Constant dan Uta Kirana sebagai frontline Coffeebreak hari tampil maksimal mereka secara bergantian mencoba menerjemahkan aransemen Coffeebreak sebaik mungkin. Lagu-lagu seperti Siapkah Kau Jatuh Cinta, Suit And Tie, Almost Is Never Enough, One Last Time, Im Not The Only One, Bahagia, Happy, dan lain-lain dibawakan dengan sentuhan berbeda.

Coffeebreak menutup show malam itu dengan lagu Roar, dan yang membuat lagu ini unik adalah selain beat yang diubah menjadi motown vintage, di akhir lagu secara serempak mereka memelodikan ending dengan gaya "banana"nya Minions. Tampil unik, kostum unik, dandanan unik, dan aransemen unik, Coffeebreak benar-benar seolah berada di negeri dongeng yang membebaskan diri mereka berekspresi seperti apa yang benar-benar mereka inginkan. 

Foto-foto perform Coffeebreak di "Mutia In Wonderland" 














You Might Also Like

0 komentar