Uniknya Coffeebreak Part Dua

Kebersamaan Itu Mahal, Maka Maknailah

Di balik layar perjuangan expo Magelang.



Jam ditangan sudah menunjukkan lebih dari jam sepuluh malam. Empat orang personel Coffeebreak menarik gas, meluncur ke tempat penginapan. Belum ada lima menit mereka tiba di hotel di daerah Mertoyudan Magelang, mereka kembali memacu laju kendaraan menuju ke alun-alun Magelang. Ternyata mereka berurusan dengan "kampung tengah" yang sudah beberapa jam yang lalu mulai memanggil-manggil.

Disini uniknya, di setiap perjalanan luar kota, mereka itu selalu penuh dengan candaan. Bahkan ketika ada yang tersesat, kawan yang lain sibuk menertawakan bukan langsung ambil tindakan. Namun disitulah sebenarnya yang membuat Coffeebreak masih awet hingga saat ini. 


Foto jebakan siluet

Perhatikan dan cermati foto di atas. Siapa dia? Benar sekali, korban keusilan personel Coffeebreak yang telah diulas sebelumnya di Uniknya Coffeebreak part perdana. Nah, kali ini kembali Indri mengalami nasib yang serupa tapi tak sama. Lagi-lagi dia jadi korban keusilan anak-anak Coffeebreak. Bisa dibayangkan, ketika mengambil foto siluet ini, Indri tak menghadap ke kamera, itu jadi kesempatan yang sempurna untuk ditinggalkan di tengah alun-alun Magelang. Ketika asyik berpose siluet, tiba-tiba seluruh personel meninggalkan indri di tengah alun-alun masih dengan pose yang sama. Bisa dibayangkan? Untung nasib Indri diselamatkan gerobak yang kebetulan sedang di dorong ke arahnya. Barulah dia menyadari bahwa dia berpose seperti itu tanpa ada rekan-rekannya dia di belakangnya.

Namun apapun itu, kebersamaan seperti inilah yang harus selalu dijaga dan dimaknai oleh seluruh anggota Coffeebreak, baik tim utama, crew, atau tim management dan produksi. Meski dijahili, meski diusili, Indri tetap iklas menjalaninya, dan semua ini Coffeebreak mengistilahkan "teammate charge". Hasilnya, ketika tiba di tempat penginapan segalanya berubah menjadi lebih cair dan segar. Disinilah uniknya Coffeebreak.

Sekamar berempat, mengulang sejarag 3th lalu


You Might Also Like

0 komentar